Perumusan RAN OGI diselenggarakan bersama-sama melalui mekanisme ko-kreasi antara Kementerian/Lembaga dan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS). Melalui mekanisme tersebut, di tahap awal, publik yang diwakili oleh Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dilibatkan dalam menentukan arah kebijakan pelaksanaan praktik Keterbukaan Pemerintah.


Secara garis besar, perumusan RAN OGI periode 2020-2022 dibagi ke dalam 4 (empat) tahapan. Tahapan pertama adalah pengumpulan usulan awal RAN OGI yang berasal dari OMS. Tahapan pertama yang berlangsung selama 6 bulan dari bulan Januari hingga Juni 2020 telah menjaring sebanyak 25 usulan. Dalam 3 periode tersebut, Sekretariat Nasional OGI dan OMS pengusul mengadakan pertemuan bilateral untuk memperdalam usulan RAN OGI.


Tahapan kedua adalah pembahasan usulan awal RAN OGI dengan direktorat terkait di Kementerian PPN/Bappenas. Tahapan ini mempunyai tujuan untuk mensinergikan RAN OGI dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Tahapan ini berlangsung selama 4 bulan yakni di bulan Juni hingga September 2020. Tahapan selanjutnya berlangsung di bulan Agustus hingga November yakni pembahasan usulan RAN OGI bersama dengan Kementerian/Lembaga dan OMS yang terkait.


Tahapan keempat adalah workshop finalisasi usulan RAN OGI dengan Kementerian/Lembaga terkait. Tahapan ini terdiri dari kegiatan berseri yang dilaksanakan pada tanggal 11, 14, dan 15 Desember 2020. Pada tanggal 11 Desember Sekretariat Nasional OGI mengadakan multistake holder forum yang mengundang seluruh Kementerian/Lembaga dan OMS yang terlibat dalam penyusunan RAN OGI. Sedangkan tanggal 14 dan 15 Desember, merupakan workshop finalisasi usulan RAN OGI dengan mengundang Kementerian/Lembaga, direktorat terkait di Kementerian PPN/Bappenas, dan OMS. Hasil dari workshop finalisasi ini adalah kesepakatan bersama antara Kementerian/Lembaga dan OMS untuk melaksanakan target capaian RAN OGI 2020-2022. Kesepakatan ini menjadi dasar bagi komitmen yang tercantum dalam RAN OGI ini